Selasa, 03 November 2015

5 Pemain yang Dapat Meninggalkan Chelsea Apabila Jose Mourinho Dipecat

5 Pemain yang Dapat Meninggalkan Chelsea Apabila Jose Mourinho Dipecat
Kekalahan dengan skor 1-3 dari Liverpool di Stamford Bridge pada Sabtu (31/10) membuat masa depan José Mourinho sebagai manajer Chelsea semakin terancam. Manajer asal Portugal ini gagal membawa timnya melanjutkan kesuksesan yang mereka raih musim lalu.
Apabila Mourinho dipecat oleh Chelsea, berikut adalah lima pemain yang dapat mengikuti jejaknya keluar dari Stamford Bridge.
5. Diego Costa

Menjadi salah satu penyerang yang paling ditakuti bersama Atlético Madrid dan Chelsea dalam dua musim terakhir, kini Diego Costa terlihat seperti pemain yang sulit menentukan tujuannya setiap menjalani pertandingan.
Penyerang Tim Nasional Spanyol ini lebih sering membuat masalah di lapangan dibandingkan dengan mencetak gol. Apabila Chelsea mampu mencari penggantinya, terdapat kemungkinan Costa untuk meninggalkan Stamford Bridge.
4. Radamel Falcao
Mendapat kepercayaan dari José Mourinho walau gagal bersama Manchester United musim lalu, Radamel Falcao masih belum mampu membayar kepercayaan itu dalam karirnya sebagai pemain Chelsea.
Penyerang asal Kolombia ini masih tertahan pengaruh dari cedera ACL yang dideritanya beberapa tahun lalu, dan waktunya untuk menyelamatkan karirnya semakin sedikit.
3. John Obi Mikel
Menjadi salah satu pemain yang sudah cukup lama bertahan bersama Chelsea, John Obi Mikel kini lebih sering pemain cadangan, dan hanya masuk ke lapangan jelang berakhirnya pertandingan atau pertandingan-pertandingan akhir musim ketika tujuan Chelsea sudah tercapai.
Kedatangan seorang manajer baru dapat semakin mengurangi waktu bermain pemain asal Nigeria ini, dan dapat membuatnya meninggalkan Stamford Bridge.
2. Eden Hazard
Eden Hazard mendapat berbagai penghargaan sebagai pemain terbaik Chelsea dan sepak bola Inggris musim lalu, kini nasibnya sangat berbeda. Hazard terlihat kesulitan melewati pemain-pemain yang menjaganya, dan pada akhirnya tidak mampu menghasilkan gol atau assist yang rutin ia berikan musim lalu.
Spekulasi kepindahannya ke Real Madrid terus berkembang, dan besar kemungkinan Hazard akan meninggalkan Stamford Bridge untuk mengembangkan kemampuannya.
1. Branislav Ivanović
Hubungan antara José Mourinho dan Branislav Ivanović sangat aneh. Bek asal Serbia ini terus dimainkan pada posisi bek kanan walau performanya membuat Chelsea kebobolan banyak gol, bukan hanya musim ini, namun sejak musim 2013/14.
Manajer baru yang datang ke Stamford Bridge memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk memindahkan posisi Ivanović, mencadangkannya, atau bahkan menjualnya ketika ada tawaran yang masuk.

Surat John Obi Mikel Kepada Fans Chelsea

Surat John Obi Mikel Kepada Fans Chelsea!
Jangan Salahkan Pemain !
Obi Mikel : “Jika Anda berkata kepada para pemain bahwa kami tidak memberikan 100 persen, maka itu patut dipertanyakan – kami memberikan 100 persen, bermain untuk manajer dan kami ada di belakangnya (Mourinho).”
“Tahun lalu kami menjadi juara dan memenangi dua trofi. Jose mengetahui klub ini lebih daripada manajer lain dan dia adalah manajer tersukses dalam sejarah klub.”
“Kami tahu laga itu (lawan Liverpool) akan sulit tapi kami mengawalinya dengan baik dan itu merupakan performa yang bagus,” tegasnya.
“Kami berhasil mencetak gol dan jika kami bisa unggul 1-0 saat jeda, laga akan menjadi lebih mudah, namun wasit memberikan waktu dua menit 30 detik (tambahan waktu) dan jika kami bermain dengan masa perpanjangan waktu yang tepat, maka kami akan unggul 1-0.”
“Lalu wasit memberiku kartu kuning untuk pelanggaran pertamaku dan setelah itu Lucas melakukan pelanggaran – bagiku dan semua orang, pelanggaran itu seharusnya bernilai kartu kuning kedua.”
“Semua bisa melihat bagaimana kerja keras yang kami lakukan dan kami pun telah bermain dengan baik, namun hasil yang kami harapkan tidak datang.”
“Setiap tembakan menjadi gol, setiap pantulan menjadi gol. Kami hanya memerlukan sedikit keberuntungan yang tidak kami punyai pada momen itu. Tapi Anda bisa melihat bahwa tim telah memberikan segalanya, kami telah bekerja dengan sangat keras.”
“Saat melawan West Ham dengan 10 orang, kami bermain lebih baik; kami mendominasi laga kontra Stoke, bangkit dari ketertinggalan dan mengambil penalti; dan di babak pertama, melawan Liverpool, kami seharusnya bisa unggul dua atau tiga gol,” katanya.
“Gol-gol dan kemenangan tidak datang, tapi Anda bisa melihat bahwa kami bermain demi manajer kami dan kami selalu ada di belakangnya. Tak perlu diragukan lagi. Jika ada seseorang yang bisa membalikkan situasi ini, dialah orangnya.

Mengapa Chelsea belum memecat Mourinho

Mengapa Chelsea belum memecat Mourinho? 
Pengen tau yuuk kita baca bersama sama BLUES.
Wajah serius Mourinho saat Chelsea menyerah pada Liverpool, 31/10/2015. 
Menjelang pertemuan dengan Liverpool, Sabtu (31/10/2015), sejumlah media Inggris meramal nasib manajer Jose Mourinho terletak pada hasil laga di Stamford Bridge, London itu. Tapi ketika juara bertahan EPL itu menyerah 1-3 pada "Si Merah," Mourinho masih di kursinya.
Padahal, sehari kemudian (Minggu 1/11), beberapa media lapis kedua Inggris --di antaranya Metro-- melansir gosip manajer asal Portugal itu dipecat Chelsea. Tapi tak ada kabar itu di laman resmi klub London barat tersebut.
Situs tersebut hanya melansir pernyataan: "Hari yang sulit," untuk menggambarkan posisi 15 yang kini ditempati Chelsea. Kekalahan dari Liverpool adalah yang keenam di EPL setelah bermain 11 kali musim ini.
Sejak Chelsea dimiliki taipan asal Rusia Roman Abramovich pada 2003, delapan pelatih berbeda hadir di Stamford Bridge. Empat di antaranya dipecat di tengah musim, termasuk Mourinho pada 2007 selepas memberi dua gelar juara EPL beruntun.
Empat manajer pengganti kemudian berhasil memperbaiki posisi Chelsea. Bahkan pada 2012, manajer sementara (caretaker) Roberto Di Matteo sukses membawa Chelsea juara Piala FA dan Liga Champions --gelar pertama klub ini di ajang antarklub Eropa.
Dengan segala sejarah itu, maka menjadi masuk akal bahwa (seharusnya) Mourinho tak bertahan lama di kursi manajer pada era keduanya ini. Lalu mengapa manajer berusia 52 ini masih dipertahankan?
Pertama, para pemain dan suporter memberi dukungan penuh. Bahkan Sabtu lalu, para penonton di Stamford Bridge berulang kali menyebut "Mourinho" dan memasang spanduk dukungan. "Ini pesan penting bagi Abramovich," ujar komentator pertandingan di televisi waktu itu.
Situasi ini berbeda pada masa pertama Mourinho dulu. Para pendukung tak terkesan pada permainan hasil racikannya meski saat itu Chelsea hanya melorot tak lebih dari posisi tujuh klasemen. Sementara dengan situasi lebih runyam seperti pada musim ini, respon justru berbeda.
Bahkan dukungan suporter terlihat pada tiket pertandingan Liga Champions melawan Dynamo Kiev, Selasa (3/11), yang telah terjual habis. Padahal secara normal, suporter akan menjaga jarak setelah tim idola menderita kekalahan besar di kandang sendiri.
Kedua, direksi Chelsea masih memberi napas pada Mourinho. Tapi bukan berarti napas yang panjang. Menurut The Guardian, para direksi minta Mourinho segera memberi hasil positif. Salah satunya atas Kiev. Sementara The Mirror mengatakan nasib sebenarnya Mourinho ada di laga itu.
Mourinho (dua dari kiri) berdiskusi dengan tiga orang asistennya © Will Oliver /EPA
Ketiga, dukungan pada Mourinho juga disampaikan sejumlah tokoh. Antara lain eks pilar Liverpool Jamier Carragher melalui tulisannya di The Daily Mail mengatakan, Chelsea bakal semakin lemah bila memecat bekas pelatih Real Madrid, Inter Milan, dan FC Porto itu.
Mantan gelandang dan wakil kapten Chelsea, Frank Lampard, juga masih mempercayai kemampuan Mourinho memperbaiki situasi. Hal yang sama disampaikan mantan penyerang Chelsea, Gianfranco Zola. Dua pendapat itu dirangkum BBC.

Ancelotti: Chelsea? Mereka Sudah Punya Pelatih

 Carlo Ancelotti mendinginkan rumor yang menyebut dirinya akan kembali melatih Chelsea menggantikan posisi Jose Mourinho.
Nama terakhir tengah berada dalam tekanan besar untuk membangkitkan Chelsea dari tren negatif awal musim ini. Dan beredar juga kabar yang menyebut waktu Mourinho di Stamford Bridge tak akan lama lagi bila gagal mendapatkan hasil positif.
Beberapa nama sebagai kandidat penggantinya pun mulai mengemuka. Dari Roberto Di Matteo, Brendan Rodgers, Antonio Conte hingga Carlo Ancelotti menjadi kandidatnya. Namun Ancelotti buru-buru membantahnya.
"Dalam sepakbola, anda harus siap pergi ke mana pun. Premier League telah banyak memesona saya, tapi saya bersedia ke mana pun," ujarnya.
"Chelsea atau Bayern? Pada saat ini itu hanya gosip tak lebih. Mourinho punya kesulitan, tapi Chelsea telah mengambil keputusan yang jelas untuk mendukungnya. Bisakah saya kembali ke Chelsea? Ini pertanyaan intrik, The Blues sudah punya pelatih untuk memecahkan masalah mereka," tandasnya.
Sejak terakhir melatih Real Madrid musim lalu, Ancelotti hingga kini belum kembali menangani sebuah tim.

Shevchenko: Chelsea dan Mourinho Akan Temukan Solusi.

Andriy Shevchenko memberikan dukungan pada mantan klubnya, Chelsea, untuk keluar dari keterpurukan yang menimpa mereka di musim kompetisi kali ini.
Usai kalah dari Liverpool 1-3 di Stamford Bridge pekan lalu, Eden Hazard dkk terpuruk di peringkat 15 klasemen sementara dan ada rumor yang mengatakan bahwa manajer Jose Mourinho akan dipecat akhir pekan ini.
Shevchenko mengatakan pada Marca: "Jujur, saya kira sepakbola adalah bagian dari permainan, namun ketika Anda kalah atau menang, itu semua bagian dari permainan.
"Situasi ini memang tidak biasa bagi Chelsea, tentu saja. Namun saya yakin Jose adalah manajer yang hebat. Klub itu adalah klub yang hebat dan para pemain yang ada di sana amat profesional dan atlet yang hebat.
"Saya yakin mereka akan menemukan jalan keluar dari momen buruk ini, dan akhirnya, mendapatkan kembali kemenangan." 

Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko mengatakan Eden Hazard akan jadi salah satu calon terbaik untuk menjadi pemain terbaik dunia, andai nanti dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di Ballon d'Or sudah berakhir.
Namun demikian, mantan penggawa Chelsea itu juga sadar bahwa winger Belgia tengah tak mencatat start bagus musim ini - usai timnya hanya duduk di peringkat 15 klasemen sementara Premier League.
Pada Marca, Shevchenko mengatakan: "Hazard sudah bermain luar biasa tahun lalu, ia menjalani musim yang luar biasa bersama Chelsea, dan memenangkan gelar juara Premier League.
"Musim ini ia tidak mencatat start yang bagus di Chelsea, namun saya yakin ia akan bangkit.
"Ia adalah salah satu pemain yang harus Anda perhitungkan dalam enam atau lima tahun mendatang, untuk memenangkan trofi tersebut." 

pendapat

Pemain kunci Dynamo Kiev, Miguel Veloso, menilai bahwa Jose Mourinho adalah pelatih terbaik di dunia. Ia mengaku tetap mendukung pelatih 52 tahun itu, terlepas dari apa yang sedang dialami oleh The Special One musim ini.
Melalui akun Facebook, pemain 29 tahun itu memberi pernyataannya seputar eks pelatih FC Porto tersebut.
"Katakan apa yang kalian mau katakan! Sayangnya, saya punya kesempatan untuk menukar beberapa kata dengan pria ini dua kali dalam hidup saya," tulisnya.
"Saya sudah menjadi pengagum dia, saat ini bahkan saya menjadi lebih menyukainya. ‪#‎SpecialOne‬ ‪#‎Respect‬ ‪#‎BestCoachWorld‬." lanjut tulisan tersebut.
Mourinho memang sedang dalam kondisi terjepit setelah hanya mampu membawa Chelsea di peringkat ke-15 sejauh ini. Itu adalah hasil yang amat mengecewakan karena di musim
sebelumnya, The Blues adalah juara Premier League.